Selasa, 20 November 2012

Cara atasi jantung koroner

Obat jantung koroner tradisional tanpa operasi, dalam artikel ini saya akan sedikit berbagi Informasi mengenai obat jantung koroner dari tumbuhan dan buah-buahan yang baik untuk mengobati penyakit jantung secara alami tanpa operasi. Mungkin apabila penyakit jantung anda sudah kronis bisa sambil merujuk ke dokter.
obat jantung koroner
obat jantung koroner
Berikut adalah buah dan tumbuhan yang baik untuk penderita penyakit jantung. seperti semangka, kulit manggis,  apel, anggur, bunga rosella, buah labu, daun sirsak dll. Namu yang akan saya bahas kali ini adalah  mengenai manfaat kulit manggis yang sudah di kenal memiliki zat anti oksidant tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lainnya, serta bunga rosella sebagai obat kanker payudara tradisional tanpa operasi.
Manfaat kulit manggis sebagai obat jantung koroner tradisional :  Penelitian journal of free Radical Research dan Journal Pharmacology, mempublikasikan bahwa xanthone memiliki banyak banyak manfaat kesehatan terutama kesehatan kardiovaskuler seperti mengatasi penyakit jantung, aseroklerosis, hipertensi dan trombosis. Xanthone juga dapat melenturkan pembuluh darah, memperlebar pembuluh darah dan memperlancar peredaran darah. Dengan semakin lentur dan lebarnya pembuluh darah sebagai jalan pengiriman oksigen ke jantung, maka pantaslah jika kulit manggis disebut obat jantung koroner tradisional yang sangat ampuh.
Manfaat bunga roeslla sebagai obat jantung koroner tradisional tanpa operasi :  Ir. Didah Nurfaridah pada tahun 2005. Dalam penelitiannya , ditemukan bahwa kadar antioksidan yang terkandung dalam kelopak kering Rosella jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman kumis kucing dan bunga knop. Zat aktif yang paling berperan dalam kelopak bunga Rosella meliputi gossypetin, antosianin, dan glucoside hibiscin. Antosianin merupakan pigmen alami yang memberi warna merah pada seduhan kelopak bunga Rosella, dan bersifat antioksidan.
Kadar antioksidan yang tinggi pada kelopak Rosella dapat menghambat radikal bebas. Beberapa penyakit kronis yang ditemui saat ini banyak yang disebabkan oleh radikal bebas yang berlebihan. Di antaranya kerusakan ginjal, diabetes, jantung koroner, hingga kanker,” ujar Didah.
Manfaat buah apel sebagai obat penyakit jantung tradisional : Hasil penelitian Mayo Clinic di Amerika Serikat pada tahun 2001 membuktikan Fitokimia di dalam apel akan berfungsi sebagal antioksidan Apel juga mengandung tannin berkonsentrasi tinggi. Tannin ini, seperti ditulis Jurnal American Dental Association pada tahun 1998, mengandung zat yang dapat mencegah infeksi saluran kencing dan menurunkan risiko penyakit jantung.
Pengobatan jantung koroner tradisional dengan Obat herbal Ace max
Obat jantung koroner
Obat jantung koroner
Ace max merupakan obat herbal yang terbuat dari bahan alami pilihan seperti kulit manggis, apel, bunga rosella, daun sirsak dan lain-lain. Ace maxs merupakan obat herbal masakini yang diracik dengan teknologi tinggi dan pengawasan para pakar ahli dalam mengambil saripati zat pada bahan-bahan alami dan juga memadukannya sesuai kebutuhan yang diperlukan untuk pengobatan berbagai jenis penyakit kronis. Ace maxs telah terdaptar di departemen kesehatanDEPKES RI P-IRT No. 113317506253. Untuk informasi pemsanan obat jantung koroner, klik :Cara pemesanan ace maxs

Selasa, 18 September 2012

Epidemiologi Penyakit Tidak Menular

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT TIDAK MENULAR
Perhatian terhadap penyakit tidak menular semakin meningkat seiring meningkatnya frekuensi kejadian penyakit di masyarakat. WHO membagi 3 penyebab utama kematian yaitu:- Penyakit jantung koroner- Diare- Stroke Di Indonesia terjadi perubahan pola penyakit yaitu dari penyakit menular ke penyakit tidak menular, yang dikenal sebagai transisi epidemiologi. Terjadinya perubahan pola penyakit ini dapat berkaitan dengan beberapa hal, yaitu: Perubahan struktur masyarakat yaitu dari agraris ke industri Perubahan struktur penduduk yaitu penurunan anak usia muda dan peningkatan jumlah penduduk usia lanjut karena keberhasilan KB. Perbaikan dalam sanitasi lingkungan untuk menurunkan penyebaran penyakit menular Peningkatan tenaga kerja wanita karena emansipasi Peningkatan pelayanan kesehatan dalam memberantas penyakit infeksi dan meningkatkan life expectancy (umur harapan hidup) Penyakit tidak menular kurang lebih mempunyai kesamaan dengan sebutan : Penyakit kronik Penyakit non-infeksi New communicable disease Penyakit degeneratif Penyakit kronik → karena PTM biasanya bersifat kronik, tapi ada juga yang kelangsungannya mendadak misal : keracunan Penyakit Non-Infeksi → karena penyebab PTM bukan mikroorganisme, namun tidak berarti tidak ada peranan mikroorganime dalam terjadinya PTM. Penyakit degeneratif → berhububungan dengan proses degenerasi/ketuaan. New comminicable disease → dianggap dpt menular mlalui gaya hidup, gaya hidup dpt menyangkut pola makan, kehidupan seksual dan komunikasi global. Karakteristik penyakit tidak menular : Penularan penyakit tidak melalui suatu rantai penularan tertentu Masa inkubasi yang panjang Perlangsungan penyakit kronik Banyak menghadapi kesulitan diagnosis Mempunyai Variasi yang luas Memerlukan biaya yang tinggi dalam upaya pencegahan maupun penanggulangannya. Faktor penyebabnya multikausal, bahkan tidak jelas. Contoh penyakit tidak menular penyakit jantung.
Penyakit tidak menular makin meningkat di Indonesia, bahkan penyebab kematian yang semula didominasi oleh penyakit menular bergeser ke penyakit tidak menular
Pentingnya pengetahuan tentang penyakit tidak menular (PTM) di latarbelakangi dengan kecenderungan semakin meningkatnya prevalensi PTM dalam masyarakat ,khususnya masyarakat Indonesia. Bangsa Indonesia yang sementara membangun dirinya dari suatu Negara agraris yang sedang berkembang menuju masyarakat industry membawa kecenderungan baru dalam pola penyakit dalam masyarakat. Perubahan pola struktur masyarakat ,khususnya masyarakat Indonesia . bangsa Indonesia yang sementara membangun dirinya dari suatu Negara agraris yang sedang berkembang menuju masyarakat industry membawa kecenderungan baru dalam pola penyakit dalam masyarakat. Perubahan pola struktur masyarakat agraris ke masyarakat industry banyak member andil terhadap perubahan pola fertilitas ,gaya hidup,social ekonomi yang pada gilirannya dapat memacu semakin meningkatnya PTM. Di Indonesia keadaan perubahan pola dari penyakit menular ke penyakit tidak menular lebih dikenal dalam sebutan transisi epidemiologi.
Pembahasan epidemiologi PTM tidak dapat melepaskan diri dari konsep epidemiologi sendiri dalam menangani masalah penyakit .akan dibicarakan konsep PTM sebagai penyakit dari segi epidemiologi.frekuensi sebagai masalah dalam masyarakat,pengetahuan tentang factor penyebab/factor resikonya dan upaya pencegahan serta perencanaan terkait.
Mengenal penyakit tidak menular
- Istilah PTM
Istilah PTM kurang lebih mempunyai kesamaan dengan sebutan :
a. Penyakit kronik
b. Penyakit non-infeksi
c. New communicable disease
d. Penyakit degenerative
Kesamaan penyebutan ini tidaklah sepenuhnya member kesamaan penuh anatra satu dengan yang lainnya. Penyakit kronik dapat di pakai untuk PTM karena kelangsungan PTM biasanya bersifat kronik (menahun/ lama). Namun ada juga penyakit menular yang kelangsungannya mendadak dan/akut ,misalnya keracunan. Sebutan penyakit non-infeksi di p[akai karena penyebab PTM biasanya bukan oleh mikro-organisme namun tidak berarti tidak ada peranan mikroorganisme dalam terjadinya PTM. Disebut juga sebagai penyekit degenerative karena kejadiaanya bersangkutan dengan proses degenerasi atau ketuaan sehingga PTM banyak di temukan pada usia lanjut, dank arena perlangsungannya yang lama itu pula lah yang menyebabkan PTM berkaitan dengan proses degenerative yang berlangsung sesuai waktu dan / umur.
Sementara itu ada yang secara populer ingin menyebutnya sebagai “communicable disease” karena penyakit ini di anggap dapat menular, yakni melalui gaya hidup (life style). Gaya hidup dalam dunia modern dapat menular dengan caranya sendiri, tidak seperti penularan klasik penyakit menular yang lewat suatu rantai penularan tertentu. Gaya hidup di dalamnya dapat menyaklngkut pola makan , kehidupan seksual, dan komunikasi nglobal. Perubahan pola makan telah mendorong perubahan peningkatan penyakit jantung yang berkaitan dengan makan berlebih atau berkolesterol tinggi
- Karakteristik penyakit tidak menular
Berbeda denga penyakit menular, PTM mempunyai beberapa karakteristik tersendiri seperti :
a. Penularan penyakit tidak melalui suatu rantai penularan tertentu.
b. Masa inkubasi yang panjang
c. Perlangsungan penyakit yang berlarut-larut (kronik)
d. Banyak menghadapi kesulitan diagnosis
e. Mempunyai variasi yang luas
f. Memerlukan biaya yang tinggi dalam upaya pencegahan maupun penanggulangannya.
g. Factor penyebabnya multi kausal, bahkan tidak jelas
Penyakit menular
Penyakit tidak menular
1. Banyak di temui di Negara berkembang
2. Rantai penularan yang jelas
3. Perlangsungan akut
4. Etiologi mikroorganisme jelas
5. Bersifat single-kausa
6. Diagnosisi mudah
7. Agak mudah mencari penyebabnya
8. Biaya relative murah
9. Jelas muncul di permukaan
10. Morbiditas dan mortalitasnya cenderung menurun
1. Di temui di Negara industry
2. Tidak ada rantai penuilaran
3. Perlangsungan kronik
4. Etiologi tidak jelas
5. Biasanya multiple causa
6. Diagnosis sulit
7. Sulit mencari penyebabnya
8. Biaya mahal
9. Ada iceberg phenomen
10. Morbiditas dan mortalitasnya cenderung meningkat
Sekedar membandingkan PTM dengan penyakit menular, dapat di lihat sebagai berikut:
Perbedaan PTM ini dengan penyakit menular memerlukan pendekatan epidemiologi tersendiri , mulai dari penentuannya sebagau masalah kesehatan masyarakat sampai pada usaha pencegahan dan penanggulangannya. Sebagai contoh observasi PTM di lapangan . mempelajari PTM yang berlangsungnya kronik, masa laten yang panjang, mempunyai beberapa kesulitan dengan hanya melakukan pengamatan . observasional yang berdasarkan pengalaman pribadi dari anggota masyrakat saja ,jika observasiitu dintujukan untuk menentukan hubungan antara keterpaparan dengan terjadinya penyakit maka beberapa kesulitan dapat di hadapi. Situasi-situasi dimana pengamatan perorangan di anggap kurang ccukup untuk menetapkan hubungan antar papapran dengan penyakit dapat di sebabkan oleh factor-faktor brikut (Fletcher 129)
1. Masa laten yang panjang antara eksposure dengan penyakit.
2. Frekuensi paparan fakor resiko yang tidak teratur.
3. Insiden penyakit yang rendah
4. Resiko paparan yang kecil
5. Penyebab penyakit yang multikompleks
FIGHTING
AtOeL…:D

Senin, 17 September 2012

Potret Buram Anak Indonesia

Keprihatinan terjadi ketika melihat tumpah ruahnya makanan bergizi di Indonesia tetapi justru pada kenyataannya miskin ketersediaan makanan sehat bergizi tanpa food additive yang dapat diakses mudah terutama oleh anak-anak. Menjamurnya aneka makanan yang mengandung food additive dengan pengemasan yang menarik berwarna-warni dan berdaya tarik iklan tentu menjadikan anak-anak sebagai sasaran komsumen. Hal ini menjadi suatu hal yang seharusnya mengkhawatirkan mengingat tingginya risiko kesehatan bagi anak yang mengonsumsi makanan yang mengandung pewarna, penyedap rasa, penambah aroma, pemanis, pengawet, pengemulsi serta pemutih ini.
Zat aditif yang ditambahkan dan dicampurkan dalam pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu ini dapat membahayakan kesehatan konsumen terutama yang banyak terdapat pada Makanan Jajanan Anak Sekolah MJAS. Penggunaan bahan tambahan makanan yang tidak memenuhi syarat termasuk bahan tambahan memang jelas-jelas dilarang, seperti pewarna, pemanis dan bahan pengawet. Pelarangan juga menyangkut dosis penggunaan bahan tambahan makanan yang melampaui ambang batas maksimum yang telah ditentukan. Dapat dibayangkan bagaimana dampak anak yang mengkonsumsi MJAS yang terpapar dengan food additive ini.
Organisasi kesehatan dunia pun telah memiliki pandangan mengenai tersebar luasnya makanan miskin gizi, kaya bahan aditif yang ada pada MJAS. WHO menyatakan makanan jajanan di Indonesia tidak menerapkan standar yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO). BPOM sendiri pun telah melakukan pemantauan makanan jajanan anak sekolah selama tahun 2003, sedikitnya 19.465 jenis makanan yang dijadikan sampel dalam pengujian tersebut ditemukan 185 item mengandung bahan pewarna berbahaya, 94 item mengandung Boraks, 74 item mengandung formalin, dan 52 item mengandung Benzoat atau pengawet yang mana kesemuanya ditemukan dalam makanan dengan kadar berlebih, sehingga mengharuskan Badan POM menariknya dari pasaran.
Produk makanan jajanan yang menggunakan bahan pengawet dan pewarna yang dapat mengganggu kesehatan anak sekolah seperti penyakit kanker dan ginjal. Zat tambahan yang terbukti mayoritas terdapat pada Makanan Jajanan Anak Sekolah (MJAS) seperti zat pewarna merah (Rhodhamin B) yang terkandung dalam saus, pewarna kuning (Metanil Yellow) yang terkandung dalam chiken naget serta mie, dan bahan pengawet (Bhoraks dan Formalin) yang terkandung dalam bakso serta tahu, dan jajanan anak-anak yang sekarang digemari adalah makanan jelly yang menggunakan zat pewarna kuning yang mengandung unsur zat tartazine sehingga bisa menyebabkan tumor ginjal. Sedangkan zat pewarna merah mengandung erythosine dapat menimbulkan efek samping tumor thyroid yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Anak-anak sekolah dasar atau preedolescent perlu asupan gizi yang adekuat sebab mereka berada pada masa laten, periode saat tubuh menyimpan cadangan zat-zat gizi yang optimal untuk periode pertumbuhan pesat (growth spurt) selanjutnya saat remaja. Walaupun perubahan pertumbuhan anak relative stabil dibandingkan pada periode sebelumnya, tetapi saat periode inilah perlu adanya pendidikan gizi sebagai cara pembentukan pola diet yang baik untuk pesrsiapan menjadi remaja, pemuda penerus bangsa.
Secara alami asupan makan anak sekolah akan meningkat karena mereka dituntut untuk memenuhi kebutuhan energi yang dipakai untuk aktivitasnya di sekolah dengan tetap melakukan pertumbuhan dan perkembangan. Pada masa ini, kekuatan otot, koordinasi motoris, serta perkembangan kognitif mengalam perkembangan yang progresif. Pada pertumbuhan optimal, selama masa laten anak mengalami perubahan perkembangan kognitf. Reorientasi kognitif anak dari masa preoperasional menuju masa operasional konkrit harus didukung oleh nutrisi demi perkembangannya.
Di lain pihak, anak sekolah juga cenderung unuk memilih makanan yang kurang bergizi dengan kalori tinggi yang mengandung food additive. Jika remaja mudah mengikuti pola makan temannya disekolah, kecenderungan ini didukung pula dengan tersedianya MJAS berbahaya yang dapat diperoleh dengan mudah di warung sekolah. Asupan gizi tidak tercukupi atau diperburuk dengan konsumsi MJAS yang mengandung food additive menguatkan risiko penyakit seperti anemia defisiensi besi, malnutrisi, dan penyakit terkait gizi lainnya akan banyak menjangkiti anak Indonesia.
Jika ditilik dari tujuannya maka dapat diketahui tujuan penggunaan bahan tambahan makanan untuk mendapatkan mutu produk yang optimal. Dalam hal ini penggunaan bahan tambahan makanan, tentunya tidak terlepas dari aspek-aspek ketersediaan bahan tambahan makanan, pemilihan atau penetapan, pembelian, dan peraturan mengenai bahan tambahan makanan. Poin terakhir inilah yang harus dikelola baik oleh lembaga yang mengawasi peredaran bahan makanan.
BPOM sebagai lembaga yang mengawasi aspek keamanan, manfaat, atau kualitasnya seta mengeluarkan nomor izin edar makanan/produk-produk makanan tidak terkecuali MJAS dalam merupakan perpanjangan tangan pemerintah yang memiliki fungsi startegis dalam perannya menjaga kualitas pengadaan produk pangan. Peran strategis ini akhirnya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Mengapa? Anak-anak adalah investasi. Jika pertumbuhan dan perkembangannya diatur seoptimal mungkin maka kelak mereka akan menjadi tulang punggung Negara.
You are what you eat, kamu adalah apa yang kamu makan. Jika anak-anak tidak dijaga maka akan yang ke depannya akan tercetak empty generation yang justru menjadi beban negara. Anak yang terpapar zat karsinogenik pada makanan ber-food additive ditambah lagi dengan risiko inadekuat intake nutrisi maka akan meningkatkan penyakit-penyakit yang mungkin berkembang menjadi penyakit kronis. Pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah pun tidak dapat berlangung dengan optimal, yang pada akhirnya melahirkan generasi dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah. IPM yang rendah menunjukkan kualitas suatu Negara.
Dengan terus meningkatkan pengawasan izin edar makanan dan menghidupkan peraturan peredaran makanan (pembatasan penggunaan food additive) maka BPOM telah menyumbangkan peran besar dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, generasi yang tidak tong osong nyaring bunyinya, generasi yang tidak lagi ada paradoks dengan jumlahnya yang besar.
Kepedulian akan nasib Indonesia selalu dapat dimulai dari hal kecil. Kepedulian tidak hanya ditunjukkan segelintir orang tetapi selayaknya dirasakan pula oleh pihak lain. Kita semua juga memimpikan kehidupan anak yang lebih baik. Tentu saja BPOM sebagai lembaga pemerintah memiliki kepedulian yang tinggi karena banyak data yang menguatkan segala argumen. Upaya nyata dari lembaga yang memiliki peran penting dalam pengawasan dan sertifikasi makanan yang nantinya harus lebih selektif karena nantinya akan terdistribusi ke masyarakat luas dan akan dikonsumsi oleh anak-anak.

Kamis, 13 September 2012

Wudhu sebagai Solusi Alternatif Insomnia

Dear Kompasianers, beberapa hari ini saya mengalami sedikit gangguan pada saat tidur malam. Jika pada kondisi normal, beberapa menit berbaring saja sudah dapat langsung tertidur. Memang ada beberapa tugas menumpuk yang telah menjadi deadline saya pada minggu ini, jadi saya rasa wajar gangguan tidur ini terjadi terkait aspek psikologis terkejar deadline.
Sadar bahwa hal ini dapat mengganggu aktivitas, maka saya langsung berpikir untuk mengatasinya. Nah, tiba-tiba saja saya tergerak untuk berwudhu lalu bergegas mencoba tidur kembali. Ternyata, cara ini cukup manjur untuk dapat mengusir gangguan tidur saya. Alhasil, saya dapat tertidur lelap pada malam itu.
***
Terlepas dari kepentingan agama, ternyata berwudhu memang memiliki khasiat yang dapat dibuktikan dengan ilmu (science). Prof. Leopold Werner, seorang psikiater & neurology berkebangsaan Austria mengemukakan sebuah pendapat bahwa berwudhu dapat menjaga kesehatan & keselarasan pusat saraf (Al Selangori, 2012).
Pendapat ini diperkuat dengan adanya fakta bahwa pusat saraf yang paling peka berada di sebelah dahi, tangan, dan kaki. Sementara, ketika umat islam berwudhu, daerah tubuh tersebut adalah daerah yang dibasuh (baca : dialirkan air).
source : ibtimes.com
Menurut Prof. Iskandar Japardi, guru besar fakultas kedokteran Univ. Sumatera Utara dalam makalahnya ia menuturkan bahwa gangguan tidur merupakan suatu hal yang sangat sering dikeluhkan oleh pasien. Lebih lanjut, gangguan tidur terjadi pada semua lapisan masyarakat, baik tua maupun muda, kaya maupun miskin.
Bila gangguan ini terjadi berkepanjangan akan menyebabkan prestasi kerja menurun dan perilaku mudah tersinggung. Pada makalah tersebut dijelaskan bahwa sebenarnya manusia mempunyai siklus/irama kehidupan (termasuk tidur) yang sinkronisasinya sangat erat kaitannya dengan pusat saraf. Oleh karena itu, menjadi cukup relevan jika timbul sebuah pemikiran berwudhu dapat menjadi alternatif solusi anda ketika mengalami gangguan tidur.
***
“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari dan Muslim).
Nah, ada sebuah hadits bagi umat muslim mengenai anjuran berwudhu sebelum tidur. Dengan berwudhu, umat muslim yakin akan terjaganya kesucian mereka. Bahkan mereka yang tertidur dalam keadaan berwudhu (baca: suci) akan tetap diikuti oleh malaikat (HR. Ibnu Hibban). Well, ini merupakan sedikit hal yang saya ketahui tentang kaitan wudhu dengan tidur dari sudut pandang islam.
Baiklah readers sekalian, saya cukupkan dahulu tulisan saya pada pagi hari ini, terima kasih sudah berkenan untuk membaca, semoga bisa bermanfaat.

Tips Mengobati Penyakit Demam pada Anak

Saat ini dapat dikatakan musim tidak menentu, kadang hujan, kadang juga panas. Tentu hal ini membuat kesehatan tubuh kita tidak bisa menerima perubahan cuaca yang ekstrim ini, sehingga tubuh kita mudah sekali terserang penyakit yaah salah satunya adalah demam.
Mungkin bagi orang dewasa demam merupakan penyakit yang sebentar lalu sembuh lagi, lalu bagaimana bila penyakit demam ini menyerang anak anak ?
Demam sendiri adalah suatu penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga sistem imun dalam tubuh kita tidak bekerja sebagaimana mestinya dengan baik. maka dari itu tubuh kita mudah sekali terserang penyakit demam ini. Untuk itu selalu menjaga kesehatan tubuh anak Anda jangan sampai terkena demam.
Bagi yang terserang penyakit demam, pasti tubuhnya akan merasakan panas yang seperti terbakar, tidak hanya itu kadang juga si penderita penyakit demam akan merasakan rasa dingin yang kuat. Nah, hal inilah yang menandai adanya proses penyesuaian didalam tubuh yang memerlukan waktu.
Mungkin jika anak Anda terkena demam sebaiknya lakukan pengobatan segera, mungkin hal pertama yang Anda harus lakukan adalah dengan membawanya kedokter untuk mendapatkan dari dokter ahlinya.
Langkah yang kedua adalah dengan mengkompres anak Anda dengan air segar, lakukan hal tersebut sampai demamnya turun.
Ketiga adalah dengan makan makanan yang sehat serta mengkonsumsi buah buahan, oh iya sebenarnya ada satu lagi obat tradisional yang mampu untuk menurunkan demam ini, dengan daun Suji, dimana daun ini pada jaman dahulu digunakan sebagai obat penyembuh demam sekaligus sariawan.
Sekedar tips saja, tumbuk daun suju sampai mengeluarkan air dari daun tersebut, tambah dengan air sedikit, dan berilah pada anak Anda. Banyak yang tidak suka dengan daun suji ini karna rasanya yang pahit. Tapi itu semua kembali lagi kepadaa Anda mau memberinya atau tidak.
Oh iya satu lagi, memang demam adalah penyakit yang biasa biasa saja, tapi jika tidak diberi penanganan langsung akan berakibat ke penyakit yang lain seperti demam berdarah, atau terkena penyakit tipes.
Yah, sekian tips dari saya mengenai bagaimana cara mengatasi penyakit demam dengan pengobatan yang tepat. Semoga bermanfaat bagi Anda semua.
Terimakasih